32. Maka (Zat yang demikian) Itulah Allah Tuhan kamu yang Sebenarnya; Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?
Yang demikian itulah Allah memberi rezki, kenikmatan bisa mendengar dan melihat . Allah yang bisa menghidupkan dan mematikan.Allah lah yang Maha benar dan hak. Tidak tersentuh oleh perubahan .Allah yang Maha sempurna. Tidak ada sesudah kebenaran itu selain dari Allah. Bila ada itu bukan kebenaran melainkan kesesatan yang dibungkus dengan pura-pura benar. Mengapa kamu berpaling dari kebenaran padahal kamu tidak bodoh, punya akal. Mereka berpaling karena mereka tidak bisa mengendalikan nafsu.
33. Demikianlah Telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, Karena Sesungguhnya mereka tidak beriman.
Ketetapan Allah, atau hukum Allah itu tidak bisa berubah. Yang fasik, kafir, musyrik silahkan masuk neraka. Hukum diatur dengan adil dan bijaksana, tapi tidak sewenang-wenang melainkan atas dasar kebijaksanaan, sebelum disiksa sudah diingatkan dulu melalui Al Qur’an yang dipenuhi dengan peringatan-peringatan supaya jangan sampai ingkar. Rambu-rambu itulah yang harus kita pegang.
34. Katakanlah: "Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, Kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?" Katakanlah: "Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, Kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?"
Pertanyaan yang bertubi-tubi untuk menggedor hati orang yang belum beriman kepada Allah. Apa ada makhluk yang bisa menciptakan sesuatu dan membuatnya untuk kedua kalinya. Hanya Allah lah yang bisa melakukannya. Mengapa kamu masih berpaling dan menjadikan berhala sebagai sekutu.
35.Katakanlah: "Apakah di antara sekutu-sekuturmu ada yang menunjuki kepada kebenaran?" Katakanlah "Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? bagaimanakah kamu mengambil keputusan
Katakan lagi Hai Muhammad “Apa ada yang mampu dari berhala itu menunjukkan jalan yang benar?” Hanya Allah yang bisa menunjukkan kebenaran. Mengapa harus taat pada berhala atau sekutu-sekutu itu? Padahal mereka itu perlu diberi petunjuk. Mengapa kamu harus mengikuti mereka . sebenarnya jalan mana yang kamu tempuh?Dasarnya apa? Kalau dasarnya Allah buktikan ! Ada yang menjawab Allah, tetapi tetap menyembah berhala. Contoh orang mencuri. Dia tahu bahwa itu perbuatan dosa , tetapi mengapa tetap mencuri?, penyebabnya adalah hawa nafsu. Paham bahwa shalat itu hukumnya wajib, tetapi mengapa tidak shalat? Malas. Di bibir berkata ya, ya, ya. Tapi tidak dilaksanakan, karena hatinya sudah keras.
Jadi ayat ini untuk orang musyrik/syirik. Bila dalam hati kita sudah mulai ada bibit syirik, segeralah diberantas. Hal ini berat karena selalu diikuti oleh setan yang selalu menggoda agar manusia ingkar dan berbuat maksiat.
[683] Maksudnya: bumi yang indah dengan gunung-gunung dan lembah-lembahnya Telah menghijau dengan tanam-tanamannya.
[684] Maksudnya: dapat memetik hasilnya.
[685] arti kalimat darussalam ialah: tempat yang penuh kedamaian dan keselamatan. pimpinan (hidayah) Allah berupa akal dan wahyu untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
[686] yang dimaksud dengan tambahannya ialah kenikmatan melihat Allah.
[687] Maksudnya: muka mereka berseri-seri dan tidak ada sedikitpun tanda kesusahan.
[688] Maksudnya: orang-orang yang menyembah berhala itu Sebenarnya bukanlah menyembah berhala, hanyalah menyembah hawa nafsu mereka sendiri, Karena hawa nafsu merekalah yang menyuruh menyembah berhala.
[689] sebagian Mufassirin memberi misal untuk ayat Ini dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. dan dapat juga diartikan bahwa pergiliran kekuasaan diantara bangsa-bangsa dan timbul tenggelamnya sesuatu umat adalah menurut hukum Allah.
Selasa, 17 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
